Monday, February 8, 2010

Ready to sleep


Because today is a very very very busy day.... I've just remain a room in my life to write my feeling and my story. It works. It makes me feel free. To speak with someone or to write our mind is healthy. I felt it.

So now, I deserve a good sleep. I deserve a happy feeling. I deserve the best from what I gave. I deserve it. My body deserve it too.

And for my soul, I treated it with this fun writing section hehehe.. Eventually, my soul got well.

Tomorrow, insya Allah. I am ready for chalenges!! I will give my best, insya Allah..

Feel free.....................
And songs singin in my head...


Alhamdulillah ya Allah...

Hope vs Reality (aroma aroma sedih ?!! hahaha)


Hokay...

That's it : Hope vs reality => sometimes (manytimes) will not same at all..

So what should we do?

" Dealing with reality "

It is difficult but to be used to reality is a greatest way to reach our own control of heart, of life.

But sometimes we can throw a question to the air : Why should we hope?

Everything gonna well if we're not hoping. No hope no dissapointed heart.

But it does wrong...

Hope makes human reach their dreams. Creating opportunities to achieve so many things in this world.

So what's wrong? What's the use of hope if it just could made us unsatisfied?

Something wrong, if you're not counting on God.

Count your hope on God, always. And u will find no unsatisfying thing on ur life.

Because..

God always give u the best....

(even the best is not what you hoped for before)



PS : This writing is based on my experience => dealing with MOBI fren connection that almost makes me crazy hahaha... Thanks for someone that suddenly made me calm down to face it.. Fiuuuhhh..... :D

Silence is Gold

Well, ada gak yang sepakat kalo silence is gold? Sometimes, mungkin iya.. Silence is gold, ketika berbicara malah membuat keadaan menjadi buruk. Mungkin juga sebaliknya, ketika berbicara dibutuhkan untuk mengungkapkan kebenaran. Silence is not gold anymore.

Biasanya, saya beranggapan bahwa orang-orang di dunia ini yang dikaruniai kemampuan untuk diam adalah orang-orang yang kuat. Hehehe, ada ada saja. Menurut saya, menyimpan sendiri uneg-uneg di benak adalah sebuah kemampuan yang besar. Merekam semua kejadian lalu mengontrolnya tanpa menimbulkan gejolak (baca: emosi) di hati. Keren. Saya pun ingin seperti itu. Akan tetapi, syukurlah saya dikaruniai "animated face", mulai dari bete, ngantuk, bahagia, sedih, sebel.. akan tampak pada wajah saya hehehe, sehingga dengan sekali pandang orang akan mengerti apa yang ada di hati saya.

Namun jangan salah. Dulu semasa kecil saya pun pernah menjadi orang yang "Silence is gold" gitu. Sampai ditanya ibu terus terusan tentang hari-hari saya. Dan tentu saja selalu saya jawab seadanya :D Datar, seperti biasa.

Kemudian sekarang saya sadar. Menjadi seperti seorang seusia saya, pada umumnya telah mendapatkan banyak pengalaman mengenai diri sendiri. Jati diri begitulah. Berubah intinya. Menjadi sparkling sparkling (baca : heboh, dan baru saja nyadar kalo saya ternyata heboh, padahal temen-temenku pasti udah tahu kalo saya heboh). Kadang saya juga ingin, tidak membagi dunia saya dengan siapapun. Membangun sebuah istana sendiri di hati saya dan rahasia untukku sendiri. Ah lebayyyy.....! Hehehe...!!

Intinya sedang introspeksi, apa saya ini orangnya cerewet atau terlalu berlebihan hehehe...

Lama lama, di penghujung tulisan saya ini. Saya ingin berkata kepada dunia. Cintailah dirimu apa ada nya...

I don't care with gold

Even silence is gold. But you are more precious than gold for someone (maybe ur father, ur mother, ur bro-sis, or someone that love u)

Tidak berarti kita terlalu banyak bicara juga, karena seperti sabda Rasulullah : Berkata baik, atau diam...


Yang penting semangatttt...!!! Bermanfaat...!!! Introspeksi....!!!

Saya akah introspeksi dan selalu memperbaiki diri, karena sebaik-baik orang yang salah adalah orang yang lalu sadar akan kesalahannya dan memperbaiki dirinya. So, get ready to build my character and eleminating bad habits.

:D

Saturday, January 23, 2010

I gotta crazy today


It is dangerous and I step forward.. So I've got poisoned..

Help..??!!

Modification : Failure

Penampakan sebelum dimodifikasi


So kiyut n simple

Kreasi dimulai


Tara...!! Selop baru...!!





Unfortunatelly, this selop cannot be used (failure in modification)...
So I bought new pair of shoes...


It is better to buy a high quality and comfortable shoes than cheap but hurt.

PS : This one cost Rp. 35.000,-

My new shoes : More than Rp. 100.000, -

I hope my new shoes will last for soooo looongggg....


Amin

Jus Buah Naga





Kyaaaaaaaaaaa..... Warna pink nya menggoda sanubari untuk mencicipinya....!!!!

Inilah dia jus buah dari mas Nyoto. And..... He allowed me to taste it....!!

Rasanya seperti jus semangka, dan lagi.. selera kita sama : jus itu kadang enak ga pake gula...!!

Tengkyu mas Nyoto

Mencintai, membutuhkan...




Ehem.. ehem...
Tulisan ini bukan ditujukan untuk menyoroti kisah-kisah cinta seperti Layla Majnun, Romeo Juliet, atau Tao Ming Se dan San Cai. Tulisan ini hanya berbicara tentang cinta, yang kita rasakan dalam diri kita. Sesederhana itu. Sebesar apapun, sekecil apapun.

Mungkin kita mencintai keindahan pagi yang berembun, atau gemericik rintik hujan. Mungkin juga kita mencintai sebuah senyuman hangat, kopi panas, atau sepatu yang nyaman. Cinta yang kemudian terdiversikan dalam rangkaian ungkapan seperti :

"Segarnya es serut ini..!"
"Nyamannya berjalan di pagi hari"
"Bagusnya baju ini..."

Hanya itu yang ingin kubicarakan. Cinta yang memberikan hati kita kehangatan, murni, tanpa embel-embel apapun. Hanya cinta. Hanya rasa yang memberikan kebahagiaan dan ketentraman di hati kita.

Kemudian aku pun mengalihkan sudut pandangku pada sebuah kata yang terkadang mengikuti cinta : membutuhkan. Ketika kita mencintai sesuatu, kita akan membutuhkannya. Membutuhkan yang memiliki arti menginginkannya. Ingin selalu bersamanya. Ingin hal itu ada.

Mencintai kenyamanan, ingin kenyamanan itu ada.
Mencintai sore yang indah, ingin mengalami sore yang indah berulang kali.
Mencintai teh yang hangat di pagi hari, berusaha membuatnya ketika bangun pagi.

Atau mungkin kita bicarakan seseorang.

Ingin bertemu dengan ibu kita, ayah kita, saudara kita, kekasih kita.
Atau paling tidak, mengetahui mereka baik-baik saja. Membutuhkan sebuah "kabar baik-baik saja" dari mereka.

Lalu kemana pembicaraan kita hari ini?
Tentu saja, aku selalu ingin kembali mengingatkan diriku sendiri.

Apakah aku mencintai Tuhanku sehingga aku merasa membutuhkan-Nya dalam hidupku?

Lagi-lagi tulisan ini kembali kepada kontempelasi diri. Mencari jawaban tentang nilai-nilai yang kita perjuangkan dalam hidup kita.

Mengapa kita membutuhkan nilai-nilai untuk kita perjuangkan?
Mungkin kita mencintai nilai-nilai itu. Nilai-nilai yang kita dapat dari bunda kita, ayah kita, dari pelajaran agama Islam di sekolah kita.
Mungkin juga kita mendapatkan nilai itu dari pengalaman, perjalanan, atau nasehat orang-orang.

Kembali lagi tentang mencintai dan membutuhkan.
Apa yang kita butuhkan dalam hidup kita....?

Meneliti diri...
Hal-hal seperti keluarga yang bahagia, atau bahkan hanya membutuhkan tempat tidur yang nyaman.

Lebih jauh lagi...

Mungkin juga dalam perjalanan kita merasa membutuhkan kehadiran-Nya sehingga mulai membuka Al-Qur'an kita.. Menghadiri majelis taklim di masjid samping rumah kita...


Semuanya.

Mungkin itulah yang kita cintai..
Yang kita inginkan selalu hadir menyertai hembusan napas ini...

Atau mungkin penjelasan ini terlalu rumit untuk digerai karena hadir dari labirin pikiran seorang manusia.

Maka ada sebuah jalan pintas untuk membaca tulisan ini. Bagaimana cara mengetahui apa yang kita butuhkan dan kita cintai?

" All the answers are in your heart, just listen to it...."


Keluarga, kesuksesan, harta?
.
.
.


"Dia...."

(Amin)