
Ehem.. ehem...
Tulisan ini bukan ditujukan untuk menyoroti kisah-kisah cinta seperti Layla Majnun, Romeo Juliet, atau Tao Ming Se dan San Cai. Tulisan ini hanya berbicara tentang cinta, yang kita rasakan dalam diri kita. Sesederhana itu. Sebesar apapun, sekecil apapun.
Mungkin kita mencintai keindahan pagi yang berembun, atau gemericik rintik hujan. Mungkin juga kita mencintai sebuah senyuman hangat, kopi panas, atau sepatu yang nyaman. Cinta yang kemudian terdiversikan dalam rangkaian ungkapan seperti :
"Segarnya es serut ini..!"
"Nyamannya berjalan di pagi hari"
"Bagusnya baju ini..."
Hanya itu yang ingin kubicarakan. Cinta yang memberikan hati kita kehangatan, murni, tanpa embel-embel apapun. Hanya cinta. Hanya rasa yang memberikan kebahagiaan dan ketentraman di hati kita.
Kemudian aku pun mengalihkan sudut pandangku pada sebuah kata yang terkadang mengikuti cinta : membutuhkan. Ketika kita mencintai sesuatu, kita akan membutuhkannya. Membutuhkan yang memiliki arti menginginkannya. Ingin selalu bersamanya. Ingin hal itu ada.
Mencintai kenyamanan, ingin kenyamanan itu ada.
Mencintai sore yang indah, ingin mengalami sore yang indah berulang kali.
Mencintai teh yang hangat di pagi hari, berusaha membuatnya ketika bangun pagi.
Atau mungkin kita bicarakan seseorang.
Ingin bertemu dengan ibu kita, ayah kita, saudara kita, kekasih kita.
Atau paling tidak, mengetahui mereka baik-baik saja. Membutuhkan sebuah "kabar baik-baik saja" dari mereka.
Lalu kemana pembicaraan kita hari ini?
Tentu saja, aku selalu ingin kembali mengingatkan diriku sendiri.
Apakah aku mencintai Tuhanku sehingga aku merasa membutuhkan-Nya dalam hidupku?
Lagi-lagi tulisan ini kembali kepada kontempelasi diri. Mencari jawaban tentang nilai-nilai yang kita perjuangkan dalam hidup kita.
Mengapa kita membutuhkan nilai-nilai untuk kita perjuangkan?
Mungkin kita mencintai nilai-nilai itu. Nilai-nilai yang kita dapat dari bunda kita, ayah kita, dari pelajaran agama Islam di sekolah kita.
Mungkin juga kita mendapatkan nilai itu dari pengalaman, perjalanan, atau nasehat orang-orang.
Kembali lagi tentang mencintai dan membutuhkan.
Apa yang kita butuhkan dalam hidup kita....?
Meneliti diri...
Hal-hal seperti keluarga yang bahagia, atau bahkan hanya membutuhkan tempat tidur yang nyaman.
Lebih jauh lagi...
Mungkin juga dalam perjalanan kita merasa membutuhkan kehadiran-Nya sehingga mulai membuka Al-Qur'an kita.. Menghadiri majelis taklim di masjid samping rumah kita...
Semuanya.
Mungkin itulah yang kita cintai..
Yang kita inginkan selalu hadir menyertai hembusan napas ini...
Atau mungkin penjelasan ini terlalu rumit untuk digerai karena hadir dari labirin pikiran seorang manusia.
Maka ada sebuah jalan pintas untuk membaca tulisan ini. Bagaimana cara mengetahui apa yang kita butuhkan dan kita cintai?
" All the answers are in your heart, just listen to it...."Keluarga, kesuksesan, harta?
.
.
.
"Dia...."
(Amin)