Wednesday, November 25, 2009

Where do you go when you're lonely

Walah...
Sebenernya tulisan sebelum ini tidak ingin bercerita tentang ayahku lebih jauh hwe hwe hwe.. Tapi jadinya gitu...

Okeh tulisan kedua :D

Di Indonesia, pukul 18.56 dan ibu dan adikku sudah tidur nyenyak... Aku sendirian ditemani laptop dan televisi (halah kayak orang yang bener-bener menderita gitu hahaha)

Pas ga ada yang diajak ngomong-ngomong gini, paling enak nulis atau membaca. Kalo nulis bisa buat terapi, kalo baca bisa membuka wawasan kita dan melatih kreatifitas :D

Ngomongin apa yah...

Hari ini aku memtik suatu pelajaran berharga :

"Kita harus tahu cara membuat diri kita bahagia"

Bahagia tuh ngapain yah?

Bertemu dengan orang-orang yang aku cintai (tentunya)

Gimana kalo ga bisa ngomong2 sama orang-orang yang kita cintai? Seperti saat ini, pas sendiri, keinget Bapak, tapi ibu n adik udah tidur (ga pengen mereka liat aku nangis juga sih)

Emmmm...

Ada beberapa hal yang bisa bikin aku bahagia secara tiba-tiba

Seikat bunga segar
Makanan yang lezat
Langit yang cerah
Angin yang sejuk
Lagu yang indah dan temanya ceria
Basket of course

Intinya kita tidak boleh larut dalam keadaan yang sedih. Segera change channel into yang happily happily gt...

Where do you go when you're lonely honey?

I will go to the world with the shining stars above..

I will go to see such a beautiful face of children...

I will be happy, insya Allah

I promise...

Semangat semangat....

Hysys hysys...

Starting new beginning ^^

Hmm.. karena ini jurnal pribadi ku, aku mau nulis sedikit tentang kejadian-kejadian yang berseliweran di hidupku baru-baru ini.

First.. Keterima kerja oi ^^ alhamdulillah.. Seneng gitu rasanya keterima kerja. Di KBR EI (Keylog Brown Roots Engineering Indonesia), Jakarta Pusat. Nah nah.. pas gini ini aku keinget bapak T____________T

Dulu tuh dianterin subuh subuh ke terminal Arjosari supaya aku nggak telat. Malemnya dibangunin, dikasih uang saku segala. Ampe terminal Arjosari aku dapet bus tapi bukan bus patas.. Eh udah enak-enak duduk dipanggil sama Bapak..

"An... An...!!"

Ditunjukin ke Bus Patas

"Ini loh bus patas, katanya 10 menit lagi berangkat..!"

Akhirnya naik bus patas... Biar nyaman di Porong yang macet..


Hmmm.. udah ga punya bapak sekarang.. Rasanya gimana ya??

Kalo di rumah sih kita sering duel (hehehehe), tapi tetep aja, pas aku sakit, Bapak yang ngasiin aku maem, pas aku minta pijit (ga kebalik ne!!) dan mau manja-manja gitu, Bapak mijitin...

Kalo udah ngomongin masalah pekerjaan, kita bisa adu pendapat.. tapi yah tetep aja pas sendiri di rumah berdua (karena ibu di Bojonegoro dan adik kuliah), kita ngomongin yang nyantai-nyantai

"Pak pak, ibu gimana pak?"
"Pak pak, kapan ibu pulang pak?"
"Pak warungnya gimana pak?"
"Bapak mau kemana?"

Abis itu Bapakku biasanya nelpon Ibuku dan bilang kalo aku nanyain Ibuku :D
Terus Ibuku pasti bilang kalo kangen sama Bapak.. Yah.. terus dunia milik berdua gitu jadinyah...

Hehehehe.. Kalo inget-inget...

Gitu itu, kadang nyesel loh.. soalnya merasa... emmm... merasa belum bisa memberikan yang terbaik untuk Bapakku...

Bayangannya dulu sih, kerja, merit, punya anak, n ngunjungi Bapak Ibu bawa anak.. (halah, beginilah kalo udah tua, bayangannya so swit :p)

Tidak bisa dipungkiri bahwa... Bayangan dan kesan tentang ayahku terpatri kuat dalam otakku. Kadang hal tersebut membuatku menangis sendiri, kadang menangis sama ibu atau adik, kadang juga menangis di depan orang-orang yang ku sayangi..

Tapi kurasa..

Aku harus tegar...
Ayahku pun dulu kurasa ingin aku tegar...

Hanya, kenangan-kenangan itu muncul kadang...
Seperti kunang-kunang yang berhamburan di musim semi...

Aku ingin mengucapkan terimakasih kepadanya...

Yang ketika ibuku hamil, kalau ibu naik becak ada gundukan dikit di aspal disuruh turun.. Akhirnya dia mengantarkan ibu dengan sepeda motor dengan sangat pelan...

Kemudian ketika 3 hari aku belum bisa keluar dari rahim ibuku, ia memanjatkan doa untukku...

Aku ingin berterimakasih kepadanya yang menyuarakan adzan di telingaku...

Aku ingin mengucapkan syukur kepada Allah, karena dia adalah seseorang menyayangiku ketika aku kecil...

Bermain bersama, biasanya aku duduk di kakinya dan diayun-ayun...
Dibelikan makanan apapun yang aku mau tapi tidak untuk mainan...
Digendong di punggungnya...

Aku berterimakasih kepadanya
Atas setiap nafkah yang telah habis kupakai untuk sekolah
Setiap buah-buahan dan kue-kue di meja makan rumahku
Setiap tas sekolah dan buku-buku
Semuanya....


Terakhir kali yang kuingat dan berkomunikasi dengannya adalah ketika aku memanggilnya pada saat koma, ketika perawat tidak bisa menyadarkannya...


"Bapak!"

Ia menoleh sebentar lalu kembali sesak napas...

Lalu

..........



Thanks to be my father


- An -

Monday, November 16, 2009

Waiting

Waiting...
Second by second...
Patience
Trust

Want to see
soon
Starting a new beginning
Without you seeing me climbing to the sky
Without your words
Just memories
I never forget
Seems so lonely here
I really miss u
It has been a week
It has been so long that I can't hear your voice anymore
There's a hole that can't be fullfiled

It will be completed by your smile
By your appereance

But life must go on
I stand on that words

It hurts
I need something to rely on

Again, about daddy..
I love you..

Tuesday, November 10, 2009

Ketika engkau pergi

Ketika engkau pergi
Aku tahu kau takkan kembali
Ingin kubalik rentetan masa
Hanya untuk berkata
"Aku mencintaimu, Bapak.."
Suaramu..
Wajahmu..
Bahkan hal yang terlihat tak sempurna di mataku dulu..
Kini kurindukan..

Aku masih ingin
Menggenggam tangan mu lebih lama
Sedikit lebih lama
Aku ingin menyentuh mu
Sedikit lebih lama
Aku ingin memelukmu
Aku ingin menciummu

Masih terasa hangat di genggamanku
Masih terasa sentuhan terakhir di punggungku
Masih terekam senyum dan candaanmu

Akan selalu kurindu
Akan kujaga pesan-pesan mu

Apakah engkau memaafkan ku?

Assalamualaika ya ahlal kubur..

Selamat tinggal, ayah..
Aku ikhlaskan engkau pergi..

Allahummaghfirlahu warhamhu wa 'afihii wa'fu'anhu..

Allahummaghfirlii dzunubi waliwalidayya warhamhuma kamaa robbayaani shoghiro..


Semua mengingatkanku akan dirimu

Sunday, November 1, 2009

Defense of the Ancients (DOTA)

http://en.wikipedia.org/wiki/Defense_of_the_Ancients


Defense of the Ancients (DotA) is a custom scenario for the real-time strategy video game Warcraft III: Reign of Chaos and its expansion, Warcraft III: The Frozen Throne, based on the "Aeon of Strife" map for StarCraft. The objective of the scenario is for each team to destroy the opponents' Ancients, heavily guarded structures at opposing corners of the map. Players use powerful units known as heroes, and are assisted by allied heroes and AI-controlled fighters called "creeps". As in role-playing games, players level up their hero and use gold to buy equipment during the mission.[2]

The scenario was developed with the "World Editor" of Warcraft III: Reign of Chaos, and was updated upon the release of the expansion, The Frozen Throne. There have been many variations of the original concept; the most popular is DotA Allstars, which has been maintained by several authors during development. The current developer is known by his pseudonym as "IceFrog", and has been developing the game since 2005.

Since its release, Allstars has become a feature at several worldwide tournaments, including Blizzard Entertainment's BlizzCon and the Asian World Cyber Games, as well as the Cyberathlete Amateur and CyberEvolution leagues; Gamasutra declared that DotA was perhaps the most popular "free, non-supported game mod in the world".[3]

I wanna be


I feel so happy..
Grateful
Glowingly

I found miracle between grasses
I found light between the darkness

After any confilcts related to heelth and what doctor said, that I have to refresh my mind and have a way out from any problems happened in my life.
But I think I'm happy now, because I realize that there's so much of love and gift that I received everyday.

Clise

But It's true

I am happy for just a simple talk
Happy just for watching
Happy just for hearing voice

It seems so strange that happiness can be gained so easily. But It did happened. What I have to do now is be grateful to Allah, for every present I accepted in this world. I hope Allah will give me the best, much patient, and strenght.

I never want to hurt people, especially people I love, my family.
But conficts sometimes occured.

By the win-win solution, I have to try to make them sure that my choices are right to be struggled.

I will strugle for living in my way.

I will strugle and never give up to make them know :

That my happiness doesn't exactly same with theirs.


Patient and trust mixed together, and then praying...

Allah will help me, insya Allah..

:)